Monday, 30 April 2018

, ,

[EVENT REPORT] Celebrating 17th Years of Quality by Cordlife

Hi Moms,

Pada postingan kali ini saya mau share tentang perayaan 17 tahun Cordlife dalam menjaga kualitas sebagai salah satu bank darah tali pusat di Indonesia. Pastinya moms udah ga asing kan ya dengan Cordlife ? Bagi moms yang belum paham tentang fungsi bank darah dan fungsi dari menyimpan darah tali pusat, bisa baca tulisan saya dulu di postingan yang lalu disini.




Nah pada perayaan 17 tahunnya, PT Cordlife Persada mengadakan talkshow berjudul Experts Talk - Baby's Umbilical Cord : Enhancing Quality of Life yang bertujuan untuk memberikan informasi terbaru mengenai penggunaan stem cell di dunia medis dan mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menyimpan darah tali pusat. Acara yang bertempat di Doubletree by Hilton Hotel ini menghadirkan empat narasumber yaitu : dr. Edi Setiawan Tehuteru, SpA(K), MHA yang merupakan dokter anak dari Rumah Sakit Kanker Dharmais ; dr. Ardiansjah Dara, SpOG sebagai dokter spesialis kebidanan dan kandungan dari Siloam MRCC Hospitals, Bapak Indra Bachtiar PhD sebagai ilmuwan stem cell dari Regenic dan dr. Meriana Virtin sebagai medical advisor PT. Cordlife Persada.

Sebenarnya untuk acara Cordlife sendiri saya sudah beberapa kali menghadiri, dan sudah paham akan manfaat dari penyimpanan darah tali pusat ini, tetapi ada yang spesial pada Experts Talk kali ini, karena adanya manfaat lain dari penggunaan stem cell selain untuk pengobatan bisa juga digunakan pada bidang kecantikan yauty sebagai rejuvenation/anti aging. Tentunya hal ini merupakan ilmu baru bagi saya, dan mommy blogger lain yang hadir.




Dr. Edi Setiawan Tehuteru, SpA(K), MHA berbagi cerita tentang pengalaman beliau dalam melakukan transplantasi stem cell yang bersumber dari sumsum tulang belakang untuk kasus leukimia di Italia pada tahun 2012. Dr Edi juga menerangkan bahwa selain dari sumsum tulang belakang, stem cell juga dapat berasal dari darah tali pusat yang disimpan. Secara teori, bila transplantasi dilakukan memakai sumsum tulang belakang, maka prosesnya lebih cepat tumbuh, hanya saja reaksi penolakan lebih tinggi dibandingkan dengan memakai darah tali pusat yang lebih minimum resiko penolakannya. Saat ini di Indonesia yang menjadi kendala adalah tidak adanya kecocokan antara si pasien dengan donornya, bahkan dalam satu keluarga pun belum tentu cocok untuk menjadi donor. Oleh karena itu, dibutuhkan adanya tindakan preventif sejak dini dengan melakukan penyimpanan sel darah tali pusat, yang dikemudian hari dapat menjadi alternatif pengobatan terhadap lebih dari 85 penyakit.




Stem cell dari darah tali pusat yang disimpan ini dapat digunakan untuk diri sendiri dan orang lain, seperti saudara kandung dan orang tua. Dr. Ardiansjah Dara, SpOG menjelaskan pada kasus keberhasilan terbaru tentang penggunaan darah tali pusat miliknya sendiri untuk kasus Cerebral Palsy dan untuk kasus Thalassemia yang berasal dari milik saudaranya. Pun untuk pengambilan darah tali pusat ini juga tidak menyakitkan bayi dan ibunya, juga prosesnya pun tidak lama hanya 3-5 menit sesaat setelah bayi lahir. Hal inilah yang kemudian disebut Golden Moment oleh dr. Ardiansjah Dara, SpOG yang juga menyimpan darah tali pusat milik putra keduanya. Nah para orang tua sebaiknya mempersiapkan sebaik mungkin untuk kehadiran calon bayi agar jangan sampai kehilangan kesempatan untuk menyimpan darah tali pusat bayinya yang berharga yang hanya bisa dilakukan sesaat setelah bayi dilahirkan.

Bagi para orang tua yang ingin menyimpan darah tali pusat bayinya, hendaknya memperhatikan beberapa hal, diantaranya :
  • Memiliki laboratorium yang terakreditasi atau memiliki izin
  • Memiliki riwayat pengeluaran unit darah tali pusat untuk transplantasi
  • Memiliki sistem layanan kurir untuk pengambilan darah tali pusat yang telah dikumpulkan
  • Memiliki reputasi yang terpercaya



Mengapa harus Cordlife ?

PT Cordlife Persada yang berada dibawah Cordlife Group LtdSingapore adalah bank darah tali pusat pertama yang didirikan di Singapura (Mei 2001) dan pertama di Asia, dan menyediakan rangkaian lengkap layanan penyimpanan darah tali pusat dan jaringan tali pusat. Dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di dalam pemrosesan darah tali pusat dan kriopreservasi, Cordlife memiliki dan mengoperasikan jaringan terbesar bank sel punca swasta di seluruh Asia dengan fasilitas di Indonesia, Singapura, Hong Kong, India dan Filipina. Pada tahun 2005, Cordlife menjadi yang pertama mendapatkan akreditasi AABB di Asia (American Association of Blood Banks) dan FACT (Foundation for the Accreditation of Cellular Therapy). Pun pada tahun 2008, Cordlife juga menjadi yang pertama menggunakan mesin Sepax, teknologi pemrosesan yang serba otomatis untuk mendapatkan lebih banyak sel punca dalam darah, yang kemudian dilanjutkan menjadi yang pertama pada tahun 2013 memakai teknologi Sepax®2 yang dapat memproses sel darah tali pusat secara otomatis, aman dan steril sehingga mencegah terjadinya sampel tertukar atau kontaminasi silang. Cordlife juga telah memiliki surat ijin operasional dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sehingga aman ya moms, ga perlu diragukan lagi kredibilitasnya. Untuk masa penyimpanan tersedia hingga 21 tahun, dengan biaya penyimpanan senilai Rp 1.650.000 per tahun. Kira-kira sama dengan harga 3 cangkir kopi, biaya kuota internet atau 2x rutin nonton bioskop selama setahun. Untuk informasi lebih lanjut mengenai paket yang ditawarkan beserta prosedur penyimpanan darah tali pusat, moms bisa download langsung di Cordlife Information Pack ini.




Terima kasih Cordlife Indonesia untuk pengetahuan baru nya, saya jadi semakin manteb mau menyimpan darah tali pusat untuk baby kedua ini, semoga moms semua juga dapat tercerahkan yaa akan manfaat dari penyimpanan sel darah tali pusat ini, jadi ga ada keraguan lagi dan mitos-mitos yang berkembang untuk menyimpan darah tali pusat.





Thank you for reading and see you on the next post :)









Share:

0 comments:

Post a Comment